Manajemen adalah bagian
integral dari kepemimpinan. Sesungguhnya, dapatlah dikatakan bahwa manajemen
tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan, dan sebaliknya. Dalam kaitan ini,
berbicara tentang manajemen berarti berbicara
tentang kepemimpinan, karena pada saat pemimpin melaksanakan upaya memimpin, ia memanejemeni. Penjelasan ini
berhubungan dengan uraian terdahulu di mana telah dibentangkan tentang makna,
sejarah dan unsur manajemen. Uraian kali ini akan membahas pokok tentang hubungan
kepemimpinan dengan manajemen atau “tempat manajemen dalam
kepemimpinan,” sebagai upaya untuk menegaskan mekanisme integral dari
kepemimpinan dan manajemen seperti yang telah tekankan di atas. Dalam upaya
memperjelas mekanisme keterhubungan dimaksud, di sini akan diulas tujuh hal
penting seputar hubungan manajemen dan kepemimpinan, yaitu antara lain: 1.
Tempat manajemen dalam kepemimpinan; 2. Pemimpin dan manajemen; 3. Manajer dan
manajemen; 4. Administrator dan manajemen dalam kepemimpinan; 5. Bawahan dan
manajemen; 6. Manajemen dalam organisasi; dan 7. Manajemen dan upaya memimpin.
Selamat berkelana!
1. TEMPAT
MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN. Manajemen seperti telah disinggung sebelumnya
adalah fungsi umum kepemimpinan. Sebagai fungsi umum,
manajemen menjelaskan mengenai aspek substansial dan praksis kepemimpinan, yang
berhubungan dengan pelaksanaan kepemimpinan secara nyata atau aktual. Dalam kaitan
ini, manajemen dapat disebut sebagai seni kepemimpinan. Sebagai seni
kepemimpinan, ada tujuh aspek dalam manajemen yang berhubungan langsung dengan
kepemimpinan secara praksis, yaitu antara lain:
a.
Manajemen adalah seni bekerja sama
b.
Manajemen adalah seni pemenuhan kebutuhan
c.
Manajemen adalah seni penggalangan
d.
Manajemen adalah seni mempengaruhi
e.
Manajemen adalah seni menyampaikan perintah atau komunikasi
f.
Manajemen adalah seni membuat masa depan organisasi
g.
Manajemen adalah seni mendayagunakan sumber-sumber
Menegaskan hubungan kepemimpinan dan
manajemen ini, dapatlah dikatakan bahwa kepemimpinan dalam kaitan ini mewadahkan
manajemen, dan manajemen adalah pembuktian bagi aktualisasi pelaksanaan
kepemimpinan, atau praksis kepemimpinan dari tujuh aspek seperti yang telah
disinggung di atas. Dengan ini dapatlah dikatakan bahwa manajemen membutikan
bahwa kepemimpinan sedang terlaksana, karena kepemimpinan hanya berjalan dengan
adanya pelaksanaan manajemen.
2. PEMIMPIN
DAN MANAJEMEN. Hubungan pemimpin dan manajemen dapat dilihat dari dua sudut
pandang. Pertama, Dari perspektif posisi tugas, seorang pemimpin
puncak (top leader) dapat disebut sebagai manajer puncak, atau manajer eksekutif
(executive manager). Penyebutan seperti ini menjelaskan tentang peran pemimpin
sebagai seorang manajer puncak, yang tidak berarti bahwa pemimpin ada pada
posisi manajerial.
Kedua, Dari perspektif hubungan pelaksanaan kepemimpinan, telah dikatakan bahwa pemimpin tatkala melaksanakan upaya memimpin sesungguhnya ia sedang melaksanakan tindakan memanejemeni. Dalam perspektif kepemimpinan ini tatkala pemimpin memanajemeni, ia sedang melaksanakan “seni bekerja sama, seni pemenuhan kebutuhan, seni merangkum, seni mempengaruhi, seni memerintah, seni membuat peta keinginan masa depan organisasi, dan seni menggunakan sumber-sumber” yang dibuktikan dengan melaksanakan upaya memimpin (actuating). Upaya memimpin ini adalah bukti adanya kepemimpinan yang sedang telaksana.
Kedua, Dari perspektif hubungan pelaksanaan kepemimpinan, telah dikatakan bahwa pemimpin tatkala melaksanakan upaya memimpin sesungguhnya ia sedang melaksanakan tindakan memanejemeni. Dalam perspektif kepemimpinan ini tatkala pemimpin memanajemeni, ia sedang melaksanakan “seni bekerja sama, seni pemenuhan kebutuhan, seni merangkum, seni mempengaruhi, seni memerintah, seni membuat peta keinginan masa depan organisasi, dan seni menggunakan sumber-sumber” yang dibuktikan dengan melaksanakan upaya memimpin (actuating). Upaya memimpin ini adalah bukti adanya kepemimpinan yang sedang telaksana.
3. MANAJER
DAN MANAJEMEN. Manajer dalam hubungan dengan menajemen menjelaskan tentang
substansi tugas yang ada padanya. Pada satu sisi, manajer ada pada posisi tugas pelaksana
kepemimpinan dengan membantu pemimpin memimpin pekerjaan yang bersifat
departemenal. Di sini manajer adalah kepala atau pemimpin suatu departemen atau
unit kerja dalam suatu organisasi.
Pada sisi yang bersifat lebih substansial, manajemen adalah tugas seorang manajer yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan pada aras manajerial. Tentu tatkala melaksanakan tugasnya, manajer memanejemeni, tetapi perbedaannya, ialah bahwa ia memanejemeni tugasnya atas nama pemimpin yang mendelegasikan tugas manajerial kepadanya.
Pada sisi yang bersifat lebih substansial, manajemen adalah tugas seorang manajer yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan pada aras manajerial. Tentu tatkala melaksanakan tugasnya, manajer memanejemeni, tetapi perbedaannya, ialah bahwa ia memanejemeni tugasnya atas nama pemimpin yang mendelegasikan tugas manajerial kepadanya.
4. ADMINISTRATOR
DAN MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN. Administrator yang telah dijelaskan
sebagai pelaksana tugas-tugas khusus kepemimpinan adalah ujung tombak dari tugas manajemen. Sebagai ujung tombak
kepemimpinan, administrator adalah pelaksana tugas kepemimpinan pada aras operasional.
Dalam hubungan penyebutan posisi tugas dan peran administrator, hal ini
tergantung pada besar kecilnya organisasi dimana kepemimpinan dijalankan.
Apabila organisasinya besar, administrator dapat disebut sebagai manajer lapangan, dan sebaliknya bila organisasinya kecil, administrator dapat menjadi pelaksana tugas langsung, baik sebagai sekretaris atau tugas lapangan yang lainnya.
Apabila organisasinya besar, administrator dapat disebut sebagai manajer lapangan, dan sebaliknya bila organisasinya kecil, administrator dapat menjadi pelaksana tugas langsung, baik sebagai sekretaris atau tugas lapangan yang lainnya.
5. BAWAHAN
DAN MANAJEMEN. Bawahan dan para bawahan adalah pelaksana tugas
yang ditempatkan pada unit kerja yang dipimpin oleh seorang administrator atau
manajer tugas yang menyentuh pekerjaan secara langsung di lapangan. Dalam
hubungan dengan manajemen, para bawahan akan selalu ditempatkan pada suatu unit
tugas,yang menyetuh pekerjaan secara langsung. Sifat pekerjaan langsung ini
dapat berupa tugas dasar, tugas utama mau pun tugas pendukung.
6. MANAJEMEN
DALAM ORGANISASI. Dalam hubungan dengan organisasi, manajemen adalah
istilah yang sering identik atau idiom dengan kepemimpinan. Misalnya tatkala orang
menyebut manajemensewaktu menjelaskan kata “manajemen dari
organisasi ini atau itu” sesungguhnya ia menunjuk kepada kepemimpinan dari
organisasi atau pun sistem kepemimpinan dalam suatu organisasi.
7. MANAJEMEN
DALAM UPAYA MEMIMPIN. Pemimpin dalam menerapkan manajemen menyentuh upaya
memimpin seperti yang telah disinggung di atas. Dengan demikian, hubungan
pemimpin dalam memanejemen kepemimpinan akan sangat terlihat
dalam upaya memimpin yang menyentuh bidang berikut:
a.
Pemimpin memastikan bahwa ia mengkoordinir kepemimpinan dengan
menggerakkan unsur SDM dan mengelola semua sumber menggerakkan semua kompenen untuk terlibat dalam
kerja secara sinergis dan simultan.
b.
Pemimpin memastikan bahwa ia mendasarkan semua upaya memimpin di atas
suatu perencanaan strategis yang lengkap.
c.
Pemimpin harus memastikan adanya pengorganisasian tugas dan penempatan SDM yang
tepat bagi semua tugas yang dibuktikan dengan adanya delegasi dan penugasan
yang benar dan baik. Dalam hubungan ini, pemimpin harus memastikan bahwa semua unsur pendukung tersedia dan
dapat digunakan dalam upaya memimpin. Pemimpin di sini juga harus memastikan
adanya komunikasi yang jelas dan lancar dalam seluruh sistem organisasinya.
d.
Pemimpin harus memimpin dengan menggerakkan semua komponen SDM
terlibat dalam pelaksanaan yang bergerak kerja secara sinergis dan simutan ke arah produktivitas
optimal (pencapaian hasil kerja optimal) dengan menggunakan strategi dan taktik
yang andal.
e.
Pemimpin harus memastikan pelaksanaan kerja dengan melaksanakan supervisi atau pengawasan dan evalusi untuk
refinesasi kerja dalam kepemimpinan guna memperlancar upaya
memimpin yang ditanganinya secara bersinambung ke arah pencapaian tujuan
organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar